Serba serbi kota Bogor dan sekitarnya.

Hutan CIFOR Hutan di Kota


Di Bogor ada spot yang di gandrungi para fotografer untuk mengejar RoL. Namanya Hutan CIFOR. Lokasinya di kawasan Dermaga, Kabupaten Bogor, tidak jauh dari terminal Bubulak. Spot ini sebenarnya berupa areal hutan penelitian seluas kurang lebih 60 hektar milik Departemen Kehutanan. Namun karena tidak jauh dari lokasi terdapat kantor Lembaga Swadaya yang bergerak di bidang kehutanan kerap di sebut hutan "CIFOR", Centre for International Forestry.

Areal ini terbuka untuk umum termasuk fotografer baik amatir maupun profesional. Memasuki kawasan ini tidak perlu izin kecuali kawasan CIFOR atau kawasan terbatas untuk penelitian. Tidak juga ada pungutan biaya. Khusus untuk kegiatan spesifik misalnya penelitian, camping dengan peserta puluhan, shooting film, demi kenyamanan dan keamanan butuh izin tersendiri.

Layaknya hutan, kondisi areal diliputi ribuan pepohonan lebat. Untuk tujuan penelitian ribuan pepohonan ini adalah hasil penanaman di era tahun 1950-an. Ribuan pepohonan besar dan tinggi, kerimbunan dedaunan membentuk semacam atap atau canopy alam.

Pengunjung akan merasakan suasana sejuk dan tenang. Kondisi yang sejuk ini kerapkali mengundang warga sekitar untuk rekreasi atau melakukan aktivitas wisata maupun olah ringan. Apalagi di sekitarnya terdapat danau seluas 5 hektar. Akses jalan bagus, transportasi mudah dengan Angkot rute Merdeka-Bubulak, menjadi magnet warga di luar areal untuk berwisata di sini. Kondisi yang menarik juga mengundang produser film untuk menjadikan lokasi sebagai tempat shooting film.

Rekan fotografer tidak sedikit mengorbankan waktu tidur, datang pagi-pagi, demi mengejar momen cahaya matahari pagi yang menembus celah-celah penghalang yaitu dedaunan lebat. Memang idealnya sekitar pukul 6 sampai 8 pagi. Setelah itu sudah hilang RoL-nya.

Kerelaan bangun pagi rasanya belum cukup. Masih membutuhkan keberuntungan lain yaitu cuaca. Sudah pasti jika pagi itu cuaca mendung atau hujan tak akan dapat RoL. Bayangkan betapa kecewanya mereka yang datang jauh-jauh dari Jakarta misalnya saat masih gelap begitu tiba di lokasi ternyata langit berawan atau malah hujan. Terpaksa gigit jari atau datang  lain waktu. Namun di musim kemarau sekitar Mei-September lebih berpeluang cuaca cerah. Ideal untuk berburu RoL.

Kualitas dan kuantitas kekuatan garis cahaya ikut menunjang keindahan sebuah foto. Tidak jarang cuaca cerah namun pancaran cahaya yang menembus celah-celah rimbun pepohonan terlihat tipis. Bisa juga kebalikannya, semburat terlihat pekat. Tidak semua spot dapat menghasilkan kondisi semburat yang sama seperti di harapkan. Maka kejelian memilih spot di areal yang luas ini menjadi suatu keasyikan sekaligus tantangan tersendiri. 

Beruntung di kawasan ini ada keleluasan memilih tempat tanpa harus izin. Perkecualian untuk areal yang dipagari atau diberikan penghalang yang berarti tidak boleh di masuki atau membutuhkan izin khusus

Bagaimana jika kondisi tidak ideal padahal sudah datang dari jauh, harus kah larut dalam kekecewaan dan segera menyimpan kamera dalam tas? Akal para fotografer biasanya tidak buntu. Aktivitas warga yang rekreasi, olahraga pagi, camping, bisa menjadi alternatif obyek foto lain. 

Warga melintas kepekatan hutan baik sekedar jalan-jalan maupun lari pagi bisa menjadi obyek menarik. Terkadang melintas jika andong/delman di tengah hutan yang cukup menghadirkan keindahan.  Di sekitar lokasi terdapat warung kecil yang menyediakan minuman dan sarapan ringan. Dapat menjadi tempat favorit fotografer yang lelah atau malah puas mendapat RoL. Hitung-hitung hunting sekaligus rekreasi.

Suatu keberuntungan bagiku yang Pernah tinggal berjarak 10 menit dengan berkendaraan motor dari lokasi ini. Gagal mendapat RoL bisa diulang di kemudian hari. Seperti foto yang aku sharing ini tidak aku shoot dalam satu waktu. Butuh beberapa kali datang kesini menunggu cuaca bagus.  Pastinya ada kepuasan tak terkatakan apabila berhasil mendapatkan momen yang diinginkan.


0 Response to "Hutan CIFOR Hutan di Kota"

Post a Comment